Friday, December 4, 2009

TV Antena VHF dan UHF & Perbedaannya

Antenna televisi biasanya memiliki sepasang batang batang metal yang terbuat dari alumunium. Kualitas sebuah antena TV tergantung pada seberapa bagusnya metal itu di anodize. Ketika metal tersebut oxidasi dan berkarat maka kemampuan menerima signalpun akan hilang. Antena outdoor atau yang dipasang pada luar rumah lebih dapat berkarat dibandingkan dengan antena yang dipasang di dalam rumah (indoor) walaupun antena outdoor lebih bagus dalam menerima signal. Faktor utama yang menentukan seberapa bagusnya sebuah antena dalam menerima signal yaitu jarak dan arah antara antena itu dengan pemancar stasiun televisi (transmitter), dan juga kekuatan pemancar stasiun tersebut. Antena indoor biasanya kecil dan di design untuk diletakkan diatas TV atau dekat TV. Antena indoor dapat dipengaruhi oleh gangguan- gangguan antara lain dinding isolasi, bahan atap, pipa air, kabel listrik dan bahkan orang-orang yang bergerak di sekitar ruangan. Alat- alat rumah tangga juga dapat menyumbang gangguan tersebut seperti komputer, radio, lampu neon, dan telepon cordless.

Kemampuan sebuah antenna untuk menangkap signal dan mengirimnya ke tuner disebut dengan “Gain” (diukur dengan dB atau decibel). Semakin besar dB pada antena, semakin bagus juga ‘gain’nya. Ada istilah lainnya mengenai antena yaitu front-to-back-ratio, artinya berapa bagus sebuah antena dapat menerima signal yang datang dari arah antena itu menghadap dibandingkan yang datang dari arah yang berlawanan. Sebenarnya spesifikasi ini jarang ditulis atau ditampilkan pada kotak-kotak antena sewaktu anda membelinya atau dalam instruksi kertasnya, tapi jika ada anda hanya perlu tau makin besar angkanya semakin bagus.

Perbedaan antara VHF dan UHF.
Stasiun televisi ada yang beroperasi pada band VHF (Very High Frekuensi) dan ada juga yang dengan band UHF (Ultra High Frekuensi). VHF dan UHF adalah sebuah bandwidth yang digunakan untuk memancarkan signal radio dan TV untuk para operator yang menerimanya.

VHF : 30 MHz – 300 MHz, saluran 2 sampai 13 pada TV
UHF : 300 MHz – 3 GHz, saluran 14 keatas pada TV

Megahertz artinya "sejuta cycles per detik," jadi "300 megahertz" artinya pemancar stasiun radio tersebut berosilasi pada frekuensi 300,000,000 cycles per detik.
Kilohertz artinya "ribuan cycles per detik".
VHF dan UHF pada radio spectrum
Frekuensi band umum lainnya:
• AM radio : 535 kilohertz – 1.7 MHz
• Short wave radio : band dari 5.9 MHz – 26.1 MHz
• Citizens band (CB) radio : 26.96 MHz – 27.41 MHz
• Stasiun Televisi : 54 – 88 MHz untuk saluran 2 sampai 6
• FM radio : 88 MHz – 108 MHz
• Stasiun Televisi : 174 – 220 MHz untuk saluran 7 sampai 13

TV AntenaAda ratusan contoh lainnya, seperti:
• Pembuka pintu garasi, sistim alarm, dsb. - sekitar 40 MHz
• Telepon cordless standar: 40 – 50 MHz
• Pemantau monitor bayi: 49 MHz
• Radio pengontrol pesawat: sekitar 72 MHz, berbeda dengan...
• Radio pengontrol mobil: sekitar 75 MHz
• Kalung pelacak hewan liar: 215 – 220 MHz
• MIR space station: 145 MHz & 437 MHz
• Telepon selular: 824 – 849 MHz
• New 900-MHz cordless phones: Obviously around 900 MHz!
• Radar pengontrol trafik udara: 960 – 1,215 MHz
• Global Positioning System (GPS): 1,227 & 1,575 MHz
• Deep space radio communications: 2290 MHz – 2300 MHz

Daftar frekuensi penyiaran di Indonesia sendiri sebagai berikut:
Trans TV: 29 UHF - 535,25 MHz
TPI: 37 UHF - 599,25 MHz
TVRI: 39 UHF - 615,25 MHz
Indosiar: 41 UHF - 631,25 MHz
SCTV: 45 UHF - 663,25 MHz
RCTI: 47 UHF - 647,25 MHz
ANTV: 48 UHF - 679,25 MHz
TV7: 49 UHF - 695,25 MHz
Lativi/TV ONE: 53 UHF - 727,25 MHz
Metro TV: 57 UHF - 759,25 MHz

Antena ada yang dibuat untuk VHF, UHF dan kombinasi unik keduanya. Kebanyakan antena dual band VHF/UHF sebenarnya adalah dua antena berbeda yang digabung dalam satu paket. Sekarang kebanyakan stasiun TV dgital menyiarkan band dalam frekuensi UHF. Perbedaan antena UHF dan VHF pada dasarnya terletak pada ukuran size nya. Frekuensi UHF jauh lebih tinggi dari VHF, jadi antena yang digunakan lebih kecil. Perbedaan transmisi VHF dan UHF hanya pada area ‘band’ frekuensi mereka berasal. Banyak orang mengira kalau UHF adalah teknologi baru yang lebih baik, anggapan ini salah. Teknologi dan prinsip yang digunakan pada sistim operasinya sama. Selama masih sedikit pengguna sistim wireless UHF maka salah satu keuntungan menggunakan operasi UHF ini adalah sedikit kemungkinan mengalami gangguan sehingga membuat siaran UHF lebih tajam dan jelas. Dalam sisi lain, kelebihan menggunakan sistim VHF adalah transmisi tersebut lebih murah dan mereka masih dapat bekerja walaupun antena dan pemancar/ transmitter nya tidak saling berhadapan.

Downlead adalah istilah yang umum digunakan untuk jalur lead-in yang menghubungkan antena ke TV. Hanya kabel coaxial yang disebut dengan “coax” yang semestinya digunakan untuk downlead. Kabel coaxial yang berkualitas bagus adalah yang 100% dilapisi dengan alumunium foil dan kabel alumunium braiding untuk menolak gangguan.
Ketika menghubungkan kabel coaxial, hubungkan kabel konduktor pusat ke antena dan pastikan pelapis shielding braid-nya juga terpasang pada saddle clamp dan jangan terlalu keras menguncinya. Sambungan koaksial dan plug semestinya disolder dan diikat dengan sekrup penyambung.

Diplexer adalah sebuah alat yang menggabungkan signal dari antena VHF dan UHF ke satu kabel output yang terhubung ke TV set anda. Alat tersebut bisa dipasang dekat TV atau dekat antena. Diplexer diperlukan hanya kalau TV set anda cuman ada satu socket input untuk kabel UHF dan VHF.

FM rejection filters atau kadang disebut juga dengan FM trap, memungkinkan receiver untuk menolak atau menyaring suara signal FM dengan tujuan menghindarkan interferensi pada signal TV.

Untuk meningkatkan kemampuan antena dalam menangkap signal diperlukan electronic amplification. Amplifier yang diinstall pada antena outdoor disebut dengan preamp atau preamplifier (Booster). Preamplifier biasanya terdapat 2 komponen, yang pertama adalah amplifier yang sesungguhnya yang dipasang pada tiang antena sekitar satu foot (30cm) dibawah antena boom dan terhubung ke antena melalui ukuran pendek kabel koaksial. Komponen lainnya adalah power supply yang dipasang di dalam rumah dan tugasnya untuk menyediakan power ke amplifier melalui kabel coaxial. Splitter jangan diletakkan antara power supply dan preamp, jika splitter dipasang disana maka akan memblokir voltase yang menuju ke preamp dan akan menghentikan hampir semua signal yang menuju ke TV. Para pakar merekomendasikan hanya memasang booster kalau benar- benar diperlukan, karena alat itu juga memperbesar suara selain signal dan alat itu bisa ‘overdriven’ kalau terkena signal yang kuat dan hanya akan memperburuk penyiaran. Jika antena dibagi hanya untuk 2 – 4 penyaluran, preamplifier tidak diperlukan tapi kalau lebih dari itu, seperti menggunakan tiga TV, dua VCR dan FM radio pada antena yang sama maka menggunakan preamp adalah ide yang bagus. Ada bermacam-macam jenis preamplifier, sebagian untuk UHF dan sebagian untuk VHF ataupun keduanya pada takaran jumlah gain yang bersekitaran antara 6 – 30 dB. Antena UHF yang bagus pada umumnya dapat memberikan 8 – 10 dB gain.

Urutan Stasiun televisi Indonesia berdasarkan kehadirannya :

01. TVRI - VHF - Nasional - 1962
02. RCTI - UHF - Nasional - 1989
03. TPI - UHF - Nasional - 1991
04. SCTV - UHF - Nasional - 1991
05. ANTV - UHF - Nasional - 1993
06. Indosiar - UHF - Nasional - 1994
07. Metro TV - UHF - Nasional - 2000
08. Trans TV - UHF - Nasional - 2001
09. TRANS7 - UHF - Nasional - 2001
10. Global TV - UHF - Nasional - 2001
11. Lativi - UHF - Nasional - 2001
12. O' Channel - UHF - Lokal - 2005
13. Jak Tv - UHF - Lokal - 2005
14. Space Toon - UHF - Lokal - 2006
15. ElShinta TV - UHF - Lokal - 2006

19 comments:

  1. salam hangat bro......
    tolong solusi nya dunk..... saya meng instalasi sebuah antena uhf pf5000 untuk menerima sinyal uhf tv 1,2 dan 3 malaysia di dumai - riau
    dan masalah nya adalah sudah setinggi nya antena yg saya pasang (diatas ruko lantai 3) tapi penerimaan sinyal nya tidak maksimum (masih berbintik)
    jadi apa ada solusi untuk menguatkan gain nya lagi walau antena nya sudah diberikan booster?

    salam....

    ReplyDelete
  2. arah antenanya harus pas ke Kuala Lumpur Bro,
    caranya, set tv pada channel yang masih gerimis tadi, dan kemudian coba putar2 antena dengan perlahan, sampai di dapat siaran dengan gambar paling baik, paling nggak warna sudah keluar.
    Kalau masih belum, coba check lagi semua koneksi kabel yang ke antenna dan ke konektor tv, jangan ada yang lepas, sebaiknya koneksi di solder.
    Terus kalau pasih kurang juga...ya terpaksa ditambahkan booster antenna deh...

    ReplyDelete
  3. klo buat TV LCD 32''..bagusnya pake anatena merek apa ya...? PF.......?

    ReplyDelete
  4. pake kabel yg kwalitas tinggi , biasanya berdiameter 9mm atau lebih. jangan pernah membeli kabel murahan yg harganya 5000 perak ke bawah....
    sudah terbukti tanpa booster. Kabel murahan adalah biang kerok pelemahan sinyal dan impedansinya yg tidak bisa dipercaya

    ReplyDelete
    Replies
    1. bro parameter sebuah antena sudah berada pada frekuensi dalam rentang UHF apa bro...??
      mohon penjelasan nya, help bro, buat tugas skripsi ane

      Delete
  5. Kalau gak terhalang bukit tembus gak sinyal dengan jarak 150 KM?

    ReplyDelete
  6. klo masalah jarak mah tergantung transmiter si pemancar,gan...
    klo pemancarnya dah pake yg 60 kW mah bisa tembus pake jarak ntu...

    ReplyDelete
  7. bisa gak y ? memodifikasi antena tv untuk menguatkan sinyal cdma/evdo/3g. soalnya harga antena omni cukup mahal. bikin antena kaleng repot bikinnya.

    ReplyDelete
  8. Infony sangat menarik, dan pastinya sangat bermanfaat buat aku juga orang banyak.
    klo boleh saran gunakan aja kabel tv merek Kitan*
    moga ada manfaatnya.
    salam sukses buat rekan semua...

    ReplyDelete
  9. bro antena untuk DVB T sama seperti untuk TV teresterial Analok?

    ReplyDelete
  10. Maaf mau tanya, saya seorang mahasiswa, jadi masih amatir

    kalo masang antena ke suatu perangkat transmitter itu ditancepin ke bagian mananya ya? kalo ke receiver sama gak?

    ReplyDelete
  11. kalo anten yang bisa nangkap sinyal evdo n 3g apa ya?? daeraH saya berbukit, kalo mendung sinyal ilang

    ReplyDelete
  12. kalo masang antena indoor di monitor bisa g ya??

    ReplyDelete
  13. Bro, kalau 1 antena saya pasang 2 booster boleh ?
    Kayanya setelah saya pasang 1 booster, tetap aja kurang bagus.
    Jarak antena saya ke booster yang sudah terpasang kira2 10 - 12 meter.
    Rencana nya 1 lg, saya mau pasang booster yg dekat antena.
    Ada recomended merk nya ? ( Bosster outddor ) karena pasti kena panas dan hujan

    Thanks

    ReplyDelete
  14. bro ada rumus nya gak tiap 1 UHF berapa MHz
    Trima kasih Sebelum nya.

    ReplyDelete
  15. bro parameter sebuah antena sudah berada pada frekuensi dalam rentang UHF apa bro...??
    mohon penjelasan nya, help bro, buat tugas skripsi ane

    ReplyDelete
  16. mau tanya, kenapa TVRI memakai pemancar VHF dan UHF? kenapa tidak UHF aja yang lebih bagus? mohon penjelasanya bro?

    ReplyDelete
  17. salam...mau bertanya berapa stasiun tv yang menggunakan UHF dan VHF di indonesia..mohon penjelasannya...! trims

    ReplyDelete
  18. Salam kenal nih Bro, ane mau tanya di rumah ane pemancar tv tvone posisinya ada di sebelah kiri tapi kalo pemancar tv yg lain ada di belakang rumah nih ? jadi ane harus putar antena setiap mau nonton acara salah satu pemancar tvnya nih gan ?
    pake antena atau alat apa ya biar gak muter2 antenanya ? ada yang bisa bantu gak ?

    ReplyDelete