Tuesday, November 10, 2009

Bagaimana Cara Menentukan Harga Pemasangan Iklan

Ketika para pengiklan mulai tertarik untuk meletakkan iklannya pada situs anda, mungkin salah satu hal yang paling utama melintas di pikiran anda adalah “berapa saya harus kasih harga?” Jika kasih harga terlalu tinggi mereka akan kabur, jika terlalu rendah maka kemungkinan akan malah rugi. Sebenarnya tidak ada patokan atau peraturan tertentu di internet yang mengharuskan kita untuk memasang harga berdasarkan aturan tersebut, tetapi anda juga perlu melakukan research, mempertimbangkan dan membandingkan situs anda dengan yang lain. Jika harga yang anda pasang jauh lebih tinggi dibandingkan dengan website atau blog yg lain dengan performa yg nyaris sama maka para pengiklan akan memilih yang jauh lebih murah.



Seperti misalkan saya kasih contoh dua blog asal luar, yg satu dikasih harga $500 perbulan untuk banner ukuran 125x125 diatas halaman, yang satunya lagi dengan harga $1,000 dengan ukuran dan tempat yg sama. Apakah bisa dikatakan bahwa yg pertama itu lebih menguntungkan? Jelas tidak, karena jumlah pengunjung atau impresi yang didapatkan para pengiklan dari pemasangan iklan tergantung pada berbagai faktor, salah satunya adalah dari berapa besarnya trafik yg diterima kedua blog tersebut.

Jika di blog yang pertama menghasilkan 100,000 pageview perbulan sedangkan yang kedua menghasilkan 500,000 pageview perbulan, maka sang pengiklan akan lebih memilih blog yang kedua. Pageview adalah "halaman yang tampil", jadi jika 100,000 pageviews artinya adalah halaman website atau blog anda yang tampil 100,000 kali pada layar komputer si pengunjung.

Ada beberapa patokan yang sering digunakan oleh para pemilik website atau blog untuk menentukan harga pemasangan iklan mereka, ada yang menggunakan jumlah unique visitor, ada yang menggunakan visits dan ada yang lebih memilih berdasarkan pageviews. Sebagian besar para pemilik situs lebih memilih menggunakan pageviews. Mereka menggunakan sistim CPM (cost per mille), mille adalah bahasa Latinnya untuk seribu. Kalau diartikan ke bahasa Indonesia adalah "Tiap seribu kali" (CPM).

Kalau dihitung, berarti di blog pada contoh pertama dia memasang harga $5 per CPM sedangkan yang kedua dengan harga $2 CPM.

Tapi jika harus terus merubah harga sesuai dengan CPM tiap bulan amat sangatlah ribet bagi kedua pihak. Maka dari itu menawarkan harga tetap dalam jangka waktu tertentu adalah salah satu cara yang paling bagus dan efisien.

Format iklan (seperti 468x60, 120x600, 125x125) dan posisi pemasangan (seperti di header, footer, sidebar, dalam konten dsb) adalah faktor-faktor yang ikut mempengaruhi harga pemasangan iklan. Dari sekian banyak blog yang ada, format iklan ukuran 125x125 button pada sidebar atas dikatakan yang paling banyak dipilih.

Banyak para pemilik blog yang mempunyai blog baru mengawali harga senilai 0,5$ CPM, anda juga bisa melakukan demikian. Dan jika apabila pengunjung blog anda makin banyak, anda bisa menaikkan harga secara pelan-pelan.

Meletakkan banner seukuran 300x250 di sidebar itu sama saja seperti meletakkan 4 buah iklan seukuran 125x125 dan anda bisa menaikkan harga 4X lipat dari harga ukuran 125x125 (dengan syarat jumlah pageviews yang sama). Anda juga bisa menaikkan harga jika iklan tersebut hendak diletakkan diatas sidebar atau di dalam menyatu dengan konten, dan menurunkan harga jika diletakkan dibawah halaman seperti di footer dsb.

Pastikan juga kalau jumlah pageview anda tepat untuk mengevaluasi ini, biasanya Google Analytic adalah tool yang paling dipercaya dalam tugas ini, sedangkan banyak software dan program web stat lainnya suka ngawur. Untuk “cross-check” atau memastikan kalau jumlah pageviewnya tepat anda bisa bergabung dengan program CPC advertising network seperti Google Adsense atau yg lainnya. Setelah bergabung, letakkan scriptnya di tempat dimana tempat iklan yang ingin anda  sewakan dan cari tau hasilnya.

Cara lain yang sering digunakan adalah dengan sistim flat rate, ini sangat populer khususnya untuk para advertiser dan publisher yang lebih kecil. Dengan cara ini si advertiser membayar sejumlah uang dengan harga yang sudah ditentukan dalam jangka waktu tertentu (setengah tahun, setahun, dua tahun dsb). Sebelum memulai si publisher memperlihatkan website metricnya pada si advertiser seperti berapa jumlah CTR, page view dll sebelum memberi harga. Setelah itu si advertiser mempertimbangkan segala pro dan con sebelum menyewa tempat. Harga pada sistim ini juga sangat tergantung pada trafik, lokasi pemasangan, ukuran atau size iklan dan berapa lama kontraknya (biasanya lebih lama lebih murah).

Apa anda ada cerita atau pengalaman untuk dibagikan mengenai pemasangan iklan ini? Bagaimana anda menentukan harga atau biaya pemasangan iklan? Anda (pengiklan atau penerbit) bisa menceritakan atau berbaginya disini.

11 comments:

  1. blm pnya pengalaman neh, malah lg nyari referensi cara menentukn harga. mau coba beranikan diri sediain space iklan

    ReplyDelete
  2. Sebelumnya saya ucapkan terima kasih atas infonya. ada yang mau saya tanyakan. Jika dirutkan, posisi bawah header, side bar, floating footer dan di dalam postingan. mana yang memiliki nilai jual tertinggi sampai terendah? terima kasih atas perhatiannya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Biasanya 1.sekitar header, 2.sidebar, 3.footer.

      Delete
  3. makasih gan atas pencerahannya..hehe^^

    ReplyDelete
  4. sangat membantu sekali artikelnya thnx bgt ya sob
    cpartikel.com

    ReplyDelete
  5. saya sedang mencari inspirasi untuk membuat iklan di website saya sendiri, terima kasih buat infonya...

    ReplyDelete
  6. Yap bisa buat belajar untuk memperbanyak khasanah per blog an

    ReplyDelete
  7. wah setelah mencari di google, akhirnya dapat pilihan yang tepat mengenai iklan. Salam kenal mas

    ReplyDelete