Tuesday, December 1, 2009

Perbedaan Arus Listrik DC dan AC

Listrik mengalir dalam dua cara, arus bolak-balik yang disebut AC dan arus searah yang disebut DC.

Baterai, sel bahan bakar dan sel surya semua menghasilkan arus listrik searah (DC current). Terminal pada baterai selalu terdiri dari positif dan negatif dan arus listrik selalu mengalir pada arah yang sama, yaitu dari positif ke negatif.

Power yang berasal dari pembangkit listrik merupakan arus listrik bolak-balik (AC current). Arah arus membolak-balik 60 kali per detik (di Amerika) dan 50 kali per detik (di Eropa). Power yang tersedia di socket dinding di Amerika adalah 120-volt, 60-cycle AC power. Di Indonesia menerapkan listrik bolak-balik dengan frekuensi 50Hz dan tegangan standar yang diterapkan adalah 220 Volt untuk listrik 1 fasa.

Semua alat elektronik yang menggunakan listrik PLN berarti telah memanfaatkan listrik AC. Namun ada beberapa barang yang menggunakan listrik PLN tetapi listrik AC tersebut diubah menjadi DC, seperti TV, radio, handphone, komputer dan laptop.

peralatan elektronik rumah

Di mana biasanya untuk menandakan bahwa disana merupakan sumber tegangan DC adalah terdapatnya simbol baterai atau berbentuk baterai, sedangkan lingkaran dengan garis bergelombang di dalam merupakan simbol generik untuk sumber tegangan AC.


apa itu arus listrik ac dan dc


Keuntungan besar menggunakan arus AC adalah kemudahannya jika mengubah tegangan listrik, melalui alat yang disebut transformer (trafo). Perusahaan listrik menghemat banyak uang dengan cara ini, menggunakan voltase tinggi untuk mengirim daya ke jarak yang jauh.

Bagaimana cara kerjanya? Nah, umpama Anda memiliki pembangkit listrik yang dapat menghasilkan 1 juta watt. Salah satu cara untuk mengirimkan daya tersebut adalah dengan mengirim 1 juta amp pada 1 volt. Cara lain adalah dengan mengirim 1 amp pada 1 juta volt. Mengirim 1 amp hanya membutuhkan kawat tipis, dan tidak banyak daya yang hilang karena panas selama transmisi. Mengirim 1 juta amp akan membutuhkan kawat yang berukuran besar.

Jadi perusahaan listrik mengkonversi arus bolak-balik ke tegangan yang tinggi untuk transmisi (seperti 1 juta volt), kemudian turun kembali ke tegangan yang lebih rendah untuk distribusi (seperti 1000 volt), dan akhirnya turun ke 120 volt di dalam rumah demi keamanan. Seperti yang Anda bayangkan, jauh lebih sulit untuk membunuh seseorang dengan 120 volt daripada dengan 1 juta volt (dan hari ini kebanyakan kematian akibat listrik dicegah dengan menggunakan outlet GFCI).

Di video yang telah aku attach di bawah anda bisa melihat perbedaan antara AC dan DC agar lebih jelas dan mengerti. Di video tersebut, arus DC terdiri dari elektron-elektron yang bergerak satu arah, sudah dijelaskan sebelumnya bahwa elektron yang mengalir akan menghasilkan cahaya, sehingga lampu yang dibebankan dalam sirkuit tersebut akan menyala secara konstan.

Di video tersebut juga menjelaskan arus AC dengan elektron-elektron yang mengalir maju-mundur, jika dilihat dari videonya, arus tidak mengirim semua elektron sampai ke titik akhir (yaitu satu puteran), hanya beberapa jarak dan akhirnya balik lagi. Lampu yang dibebankan di sirkuit tetap akan menyala karena terdapat elektron yang mengalir di bagian lampu tersebut namun ketika elektron berhenti dan balik ke arah berlawanan lampu akan mati sejenak sehingga pada arus AC lampu menyala secara tidak konstan. Namun dikarenakan pada arus 60Hz listrik melakukan arus bolak-balik sebanyak 60 kali dalam sedetik! Maka kedap-kedip lampu tersebut tidak dapat ditangkap oleh mata sehingga terlihat seperti sedang menyala nonstop.


No comments:

Post a Comment