Sunday, February 7, 2010

Bermacam Tipe Kabel Konektor USB

Suatu hari pada tahun 1994, tujuh perusahaan teknologi terkemuka dunia duduk, berunding dan menciptakan standar baru untuk menghubungkan peripheral komputer. Standar yang mereka tetapkan akhirnya disebut dengan USB. USB singkatan dari Universal Serial Bus. USB standards dikembangkan oleh sebuah badan industri yang disebut USB Implementer Forum (atau USB-IF).

USB dirancang untuk standarisasi koneksi peripheral komputer (termasuk keyboard, perangkat penunjuk, kamera digital, printer, portable media player, disk drive dan jaringan adapter) ke komputer pribadi, baik untuk berkomunikasi sekaligus untuk menyuplai tenaga listrik. Konektor ini menjadi sangat populer karena kompatibilitasnya dengan banyak platform dan operating system, serta kemudahannya untuk digunakan.

Kini hampir semua komputer yang dibuat memiliki satu atau beberapa USB port ini dan USB menjadi interface pilihan favorit untuk sebagian besar periferal rumah dan kantor termasuk printer, kamera, modem, dan perangkat penyimpanan portabel.

Pada awalnya, USB hanya terdiri dari dua tipe konektor, yaitu tipe A dan tipe B, namun revisi spesifikasi dan permintaan dari para produsen menyebabkan munculnya ukuran baru yang digunakan untuk perangkat USB, namun sebagian besar produk USB masih menggunakan konektor tipe A dan B ini.

Jenis Konektor USB:

Konektor USB tipe A

Konektor A-style merupakan konektor interface berbentuk persegi panjang yang flat. Ditemukan rata-rata pada komputer dan hub. Untuk menyambungkan konektor ini anda hanya perlu menyolok ke USB port karena yang mempertahankan agar konektor dan port tidak copot adalah friksi (friction) sehingga tidak terkunci dan mudah dipasang begitu juga mudah dicabut. Konektor ini mempunyai sepotong plastik yang terletak di dalam sehingga pengguna tidak memasukkannya secara terbalik.

usb konektor tipe a

Konektor USB tipe B

Konektor B-style atau tipe B merupakan konektor interface berbentuk agak kotak tetapi dengan ujung sudut yang lebih melengkung diatas agar mencegah pengguna tidak memasukkanya terbalik. Seperti konektor tipe A, konektor tibe B ini juga menggunakan friksi untuk mempertahankan agar ujung kabel konektornya tidak copot.

usb konektor tipe b

Konektor USB tipe C

Konektor USB tipe C atau USB-C merupakan konektor USB terbaru. Konektor ini memiliki desain bentuk simetris sehingga bisa dipasang bolak-balik. Kabel USB-C mampu membawa sinyal dari USB 3.1, USB 3.0, USB 2.0, dan USB 1.1. Pasangan USB-C umumnya dengan USB-A, USB-B, USB Micro-B, dan konektor USB lainnya ketika mendukung versi sebelumnya dari spesifikasi USB. USB-C dapat beradaptasi dan bekerja dengan masing-masing konektor pendahulu tersebut.

usb konektor tipe c

Ketika menghubungkan dua perangkat dengan USB 3.1, kabel USB-C ini akan mendukung kecepatan transfer data yang dua kali kecepatan teknologi USB yang ada (sampai 10Gbit per detik), pengiriman daya ditingkatkan hingga 20 volt, 5 amp, dan 100 watt untuk power dan charging, dan fitur built-in juga mendukung untuk DisplayPort video dan empat channel audio (speaker dan mikrofon).

Micro-USB A

Diakui oleh USB-IF, konektor ini dapat ditemukan pada perangkat mobile baru seperti ponsel, unit GPS, PDA dan kamera digital. Micro-USB A memiliki koneksi fisik yg lebih kecil jika dibandingkan dengan USB Mini-b, sementara masih mendukung kecepatan transfer rate tinggi sebesar 480 Mbps dan fitur On-The-Go. Sambungan nya dapat dengan mudah diidentifikasi oleh receptacle yg berwarna putih dan kompak desain 5 pin.
micro usb a

Micro-USB B

Diakui oleh USB-IF, konektor ini juga banyak ditemukan pada perangkat mobile baru seperti ponsel, PDA, unit GPS dan kamera digital. Micro-USB B memiliki koneksi fisik lebih kecil jika dibandingkan dengan USB Mini-b, sementara masih mendukung kecepatan transfer rate tinggi sebesar 480 Mbps dan fitur On-The-Go. Sambungan nya dapat dengan mudah diidentifikasi oleh receptacle yg berwarna hitam dan kompak desain 5 pin.
micro usb tipe b

Micro-USB AB

Dirancang khusus untuk perangkat USB On-The-Go, konektor serbaguna ini dapat menerima baik koneksi kabel Micro-USB A ataupun Micro-USB B. Interface ini dapat dengan mudah diidentifikasi oleh receptacle nya yg berwarna abu-abu dan kompak desain 5 pin. Jenis konektor ini hanya ada sebagai receptacle untuk perangkat On-The-Go dan tidak ada pada kabel.

USB Mini-b (5-pin)

Satu kelemahan dari konektor B-style adalah ukurannya (hampir setengah inci di setiap sisi) yang membuat antarmuka B-style ini tidak cocok untuk banyak perangkat elektronik pribadi seperti PDA, kamera digital, dan ponsel. Akibatnya, banyak produsen perangkat mulai melakukan miniaturisasi konektor USB dengan Mini-b ini. Mini-b 5-pin ini juga merupakan tipe mini-b yang paling populer dan satu-satunya yang diakui oleh USB-IF.

konektor usb mini b 5 pin

USB Mini-b (4-pin)

Konektor tidak resmi ini ditemukan pada banyak kamera digital khususnya model Kodak tertentu. Konektor ini menyerupai bentuk konektor tipe-B namun dengan ukuran yg jauh lebih kecil.

kabel usb mini b 4 pin

USB Mini-b (Fuji)

Ini merupakan konektor tidak resmi lainnya yang banyak digunakan pada kamera digital khususnya model tertentu yang di manufaktur oleh Fuji. Konektornya mirip dengan konektor standar tipe-A.

USB 3.0 tipe A

Dikenal sebagai "SuperSpeed", konektor tipe-A ini umumnya ditemukan pada pengontrol host komputer dan hub. Konektor ini memiliki ukuran dan bentuk yang sama dengan konektor USB tipe-A yang digunakan dalam aplikasi USB 2.0 dan USB 1.1. Perbedaannya adalah USB 3.0 tipe-A memiliki pin tambahan yang tidak ditemukan pada USB 2.0 dan USB 1.1 tipe-A. USB konektor 3.0 dirancang untuk aplikasi USB SuperSpeed dan sering ditandai dengan warna biru untuk membedakan mereka dari versi sebelumnya.

kabel usb 3.0 tipe a

USB 3.0 tipe B

Konektor USB 3.0 tipe-B dirancang untuk mengirim data sekaligus charging dalam aplikasi SuperSpeed USB.
kabel usb 3.0 tipe b

USB 3.0 Micro B

Konektor USB 3.0 micro-B dirancang untuk mengirim data sekaligus charging dalam aplikasi SuperSpeed USB.
kabel usb 3.0 micro b

No comments:

Post a Comment