Thursday, February 14, 2008

Beberapa Hewan Spesial Yang Dikagumi/ Diperlakukan Seperti Manusia

Domba Paling Terkenal di Selandia Baru – Shrek

domba shrek paling berbulu
Shrek adalah domba yang paling dikagumi di Selandia Baru yang memperoleh ketenaran internasional pada tahun 2004. Merino ini menjadi berita utama di seluruh dunia saat domba tersebut ditemukan bersembunyi di sebuah gua setelah enam tahun kabur karena takut dicukur. Ketika ditangkap, domba jenis merino ini memiliki bulu hingga seberat 27 kg - wol yang cukup untuk membuat 20 pakaian orang dewasa.

Tak lama kemudian, Shrek dicukur serta diliput oleh salah satu televisi nasional di Selandia Baru. Bulunya kemudian dielang untuk amal pengobatan medis anak-anak kurang mampu. Shrek menjadi ikon nasional untuk Selandia Baru, sebuah negara yang dikenal memiliki lebih banyak domba daripada manusia. Shrek juga menjadi satu-satunya domba yang bertemu dengan Perdana Menteri Helen Clark dan terbang di pesawat untuk mengunjungi pasien anak di rumah sakit dan retirement home di seluruh negeri.

Shrek, domba paling berbulu di Selandia Baru (atau mungkin di dunia) meninggal pada usia 16 tahun. Menurut laporan setempat, misa kenangan akan berlangsung bagi Shrek di tempat Gereja Good Shepherd di Tekapo. Selain itu, pemiliknya berencana memasang patung perunggu domba ini di kota setempat. John Perriam (pemilik Shrek) berencana untuk menyebarkan abu domba di atas Mt Cook, gunung tertinggi di Selandia Baru.

Bubbles the Chimpanzee

hewan peliharaan kesayangan michael jackson
Bubbles, nama seekor simpanse yang sempat dipelihara oleh raja pop Michael Jackson dan dijadikan sebagai teman baiknya. Simpanse ini dulu biasanya tidur di tempat tidur bayi di kamar tidur Jackson, makan permen di bioskop Neverland dan bahkan menggunakan toilet pribadi Michael Jackson. Bubbles dan Jackson sering mengenakan pakaian yang serasi dan sang penyanyi bahkan menunjukkan simpanse bagaimana cara melakukan moonwalk. Selama Bad World Tour, MJ bahkan membawa Bubbles ke Jepang dan mengejutkan orang-orang dengan membawa simpanse tersebut nge-teh bareng walikota Jepang.

Pada tahun 2003, Bubbles dikirim ke tempat perlindungan hewan California karena ia telah tumbuh dewasa menjadi seekor simpanse yang agresif dan tidak sesuai sebagai hewan pendamping manusia. Ketika tempat tersebut ditutup, simpanse itu kemudian dipindahkan ke the Center for Great Apes di Wauchula, tempat bagi empat puluh dua simpanse dan orangutan. Disana, hewan tersebut menghabiskan sehari-harinya bermain dengan sekelompok enam simpanse lainnya. Mengonsumsi ubi jalar, mendengarkan musik seruling-dan-gitar dan duduk diam di pepohonan bersama Sam, sahabatnya (simpanse berusia 40 tahun).

Rumor mengatakan bahwa raja pop juga meninggalkan sejumlah uang yang besar (1,25 juta pound) kepada simpanse tersebut untuk memastikan bahwa ia menjalani sisa hidupnya dengan nyaman dan mewah - sementara ayahnya sendiri, Joe Jackson tidak diwarisi Aset apapun dari Michael Jackson.

Tama Cat - Japanese Station Master Cat

kucing hoki keberuntungan jepang
Sebuah perusahaan kereta api Jepang telah menciptakan maskot untuk menarik pelanggan dan mengembalikan bisnis mereka yang sempat terhambat - Tama tabby. Kereta Api Wakayama Electric, sebuah perusahaan kereta api Jepang sempat merugi besar dan harus memecat semua staf di stasiun Kishi pada tahun 2006.

Mengenakan topi dan berpose untuk foto dengan begitu banyak penumpang yang sekarang pada berdatangan dari seluruh penjuru negeri, calico yang berusia 9 tahun ini dikreditkan karena telah meningkatkan pendapatan perusahaan lebih dari 10%. Kucing betina ini dipromosikan pada bulan Januari 2008 menjadi "super station master" ("satu-satunya perempuan dalam posisi manajerial") dalam sebuah upacara yang dihadiri oleh presiden perusahaan tersebut. Dia bahkan memiliki kantor sendiri, di sebuah bekas loket karcis. Tama dulunya tinggal di sebuah toko yang tak jauh dari sana tapi dia harus kehilangan rumahnya saat bangunan itu dirobohkan. Sekarang stasiun itu adalah rumahnya.

Di rumah barunya, apa yang ia harus lakukan hanyalah duduk di dekat pintu masuk stasiun dan menyapa para penumpang. Kucing tersebut tidak pernah mengeluh meskipun begitu banyak penumpang menyentuh dia. Kucing yang populer ini menerima makanan kucing sebagai pengganti dari gaji. Pada bulan Januari 2010, Tama menjadi kucing pertama yang menjadi eksekutif sebuah perusahaan kereta api, tidak hanya itu, dia juga memiliki dua asisten pengelola stasiun kereta api - Miiko (kucing tabby berwarna oranye) dan Chibi. Tama, kucing yang dibesarkan di stasiun di kota Kinokaowa, merupakan bukti nyata keyakinan orang Jepang bahwa kucing merupakan simbol keberuntungan.

Oscar - Kucing Misterius yang Memprediksi Kematian Pasien

kucing gaib oscar melihat makhlus halus
Oscar, kucing yang tinggal di panti jompo nampaknya memiliki bakat luar biasa untuk mengenali pasien yang akan segera meninggal. Ketika seorang dokter panti jompo diberi tahu bahwa tabby bisa merasakan saat pasien akan meninggal, dokter tersebut sangat skeptis. Tapi dia tidak punya pilihan selain percaya saat serangkaian kejadian seram meyakinkan dokter bahwa kucing itu mungkin benar-benar memiliki kemampuan misterius.

David Dosa adalah seorang dokter di Rumah Keperawatan Steere House. Fasilitas ini merawat orang-orang dengan penyakit Parkinson, Alzheimer dan penyakit serius lainnya. Oscar diadopsi oleh panti jompo saat ia masih anak-anak kucing dan telah menjalani sebagian besar hidupnya di unit demensia yang berisi 41 tempat tidur.

Oscar tidak pernah menghabiskan waktu dengan pasien. Kucing ini biasanya mengelak dan bersembunyi dan tidak terlalu bersahabat dengan orang. Dan jika ia memutuskan untuk meluangkan waktu bersama pasien, biasanya pasien tersebut adalah orang yang hanya memiliki beberapa jam untuk hidup.

Dosa menjelaskan catatan selama lima tahun menunjukkan kucing tabby hitam putih ini jarang melakukan kesalahan, terkadang membuktikan bahwa staf medis nya salah dalam mem-prediksi pasien mereka mana yang dekat dengan kematian. Kucing ini suka meringkuk di samping pasien pada jam-jam terakhir mereka, kucing ini juga biasanya berdekatan dengan si pasien sampai mereka meninggal dan setelah itu dia akan meninggalkan ruangan dengan sunyi.

Untuk pelayanannya kepada pasiennya, Oscar telah mendapatkan penghargaan tahunan "Hospice Champion" oleh sebuah organisasi Hospice setempat. Setelah cerita Oscar menjadi berita utama internasional, "Oscar the cat" menjadi istilah pencarian paling populer di beberapa mesin pencari web. Keakuratannya membuat staf menghubungi anggota keluarga pasien begitu kucing tersebut menunjukkan kebiasaannya pada seseorang dan mereka yang dipilih biasanya memiliki waktu kurang dari empat jam untuk hidup.

Domba Termahal di Dunia

domba termahal di dunia
Seekor ram Skotlandia, Deveronvale Perfection, telah terjual dengan harga $ 347.000 (231.000 poundsterling) - menciptakan rekor dunia baru sebagai domba termahal.

Lahir di Banffshire, domba berumur delapan bulan itu dibeli pada penjualan di Lanark oleh seorang petani domba lokal. Setelah membelinya, Jimmy Douglas berencana memelihara domba tersebut. Graham Morrison, pemilik lama, tidak menyangka bahwa dombanya bisa mencapai harga yang tinggi. Pemilik baru domba tersebut mengatakan bahwa Deveronvale Perfection adalah domba terbaik yang pernah dia lihat, hewan tersebut memiliki postur tubuh yang fantastis, dan kuat.

Tingginya harga disebabkan oleh atribut fisik hewan yang kuat. Deveronvale Perfection juga memecahkan rekor Inggris untuk seekor domba jantan Texel berusia tujuh tahun senilai 134.000 pound serta rekor dunia untuk seekor domba di Australia pada tahun 80an. Tophill Joe, domba termahal Inggris sebelumnya, dibeli seharga 128.000 pound bertahun-tahun yang lalu.

Hachiko - Anjing Paling Setia dan Setia?

kesetiaan anjing hachiko akita jepang
Ada kisah nyata yang menyentuh tentang ikatan unik dan erat antara seekor anjing dan tuannya, menunjukkan sebuah kesetiaan yang diberikan oleh seekor hewan. Hachiko adalah anjing Akita berwarna kekuningan yang dikenal dengan kesetiaannya yang luar biasa kepada pemiliknya (Hidesaburo Ueno), bahkan bertahun-tahun setelah pemiliknya meninggal.

Hachiko lahir pada bulan November 1923 di sebuah peternakan dekat kota Odate, Prefektur Akita. Beberapa bulan setelah kelahirannya, anjing tersebut dibawa ke rumah Profesor Ueno di Tokyo. Keduanya tidak lama menjadi teman dekat. Setiap pagi, Hachi (saat anjing itu dipanggil) menemani gurunya ke stasiun Shibuya. Anjing yang cantik itu akan berdiri di dekat pintu untuk mengawasinya pergi. Dan saat profesor Ueno pulang jam 4, Hachi akan pergi ke stasiun kereta Shibuya untuk menemuinya. Ekornya mengibas gembira saat melihat pemiliknya beserta teman-temannya.

Suatu hari, tragedi terjadi pada tanggal 21 Mei 1925 ketika Hidesaburo Ueno, profesor yang mengajar di Universitas Imperial tidak kembali karena dia menderita stroke dan meninggal di universitas tersebut. Hachiko tidak menyadari bahwa tuannya telah pergi dan karenanya Akita keemasan ini kembali ke stasiun Shibuya setiap hari untuk menunggu tuannya selama sembilan tahun !.

Karena ini, Hachiko menjadi seperti kehadiran yang akrab di sana dan banyak orang termasuk kepala sekolah menyiapkan makanan untuknya dan beberapa bahkan memberi anjing tempat tidur di stasiun. Pada tanggal 8 Maret 1935, Hachiko berbaring mati tepat di tempat anjing itu menunggu bertahun-tahun agar tuannya pulang ke rumah. Tulang Hachiko dikuburkan di samping kuburan profesor.

No comments:

Post a Comment